Pasar Klithikan, Pasar Antik di Yogyakarta

Yogyakarta selalu menyimpan keunikan tersendiri. Orang-orang yang berkunjung akan merasakan atmosfer budaya Jawa yang kental di kota ini. Banyak ditemukan seniman-seniman handal yang masih mau melestarikan segala kebudayaan yang ada di Yogyakarta. Bagi pengunjung yang menyukai benda-benda antik bisa datang ke suatu tempat yang menyediakan dan menawarkan benda-benda antik tersebut. Jika di Yogyakarta ada sebuah pasar yang menjual barang-barang loak alias barang bekas tetapi sangat anti, yaitu pasar Klithikan. Pasar Klithikan Pekuncen, begitu orang-orang sekitar menyebutnya, adalah sebuah pasar yang berdiri sejak 11 November 2007. Menurut cerita yang beredar, pasar ini pada zaman dahulu merupakan tempat menjual onderdil kendaraan bekas dan barang-barang lainnya yang berbahan besi yang jika dilempar akan menimbulkan bunyi klithik-klithik.

Sebenarnya pasar Klithikan tidak hanya menjual barang-barang kuno atau bekas saja, tetapi ada juga barang-barang baru yang dijual di sini. Akan tetapi, orang-orang lebih mengenal pasar Klithikan dengan pasar yang menjual barang-barang bekas. Sebagian besar barang-barang yang dijual di pasar ini di antaranya, onderdil dan sparepart kendaraan, sepatu-sepatu, helm, aneka jenis botol, konveksi, dan juga hand phone karena ada konter hand phone di sini. Dulu pasar ini merupakan pasar hewan, tetapi pasar hewan tersebut kemudian dipindah ke daerah Gamping tapatnya di Ambar Ketawang. Setelah dilakukan relokasi pasar hewan, kemudian para pedagang yang berasal dari jalan Mangkubumi, jalan Asem Gede, dan Alun-alun Kidul Keraton Yogyakarta pindah ke tempat ini.

Letak pasar Klithikan ini berada di Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 34, Kuncen, Kasihan, Pekuncen, Wirobrajan, Bantul, Yogyakarta. Pasar ini buka mulai pukul 10.00 siang dan tutup pada pukul 22.00 malam. Luas bangunannya ialah 6.380 meter persegi dengan jumlah pedagang sekitar 750 orang yang masing-masing merupakan pedagang los maupun pedagang kios. Akses menuju pasar Klithikan juga mudah, yaitu pengunjung yang berasal dari arah titik nol Malioboro ke arah barat dapat melewati jalan KH Ahmad Dahlan masih lurus ke barat kemudian akan bertemu denga perempatan lampu merah, lurus terus hingga melewati jalan RE Marthadinata, masih lurus hingga berte perempatan Wirobrajan, terakhir belok ke utara kurang lebih 700 meter dari arah tersebut. Pasar ini terletak di kanan jalan sebelah timur dari perempatan Wirobrajan.

Tempat di pasar Klithikan memang unik. Di anataranya pula pedagang yang menjual barang-barangnya di sini tidak selalu berasal dari Jogja atau asli lokal, tetapi banyak juga orang-orang dari luar pulau Jawa yang menjual dagangannya di sini. Seperti orang Papua yang menjual obat tradisional sarang semut yang banyak diburu orang karena khasiatnya. Ada juga orang dari suku dayak yang berjualan di pasar Klithikan. Barang dagangannya pun berupa minyak urut khas masyarakat pedalaman Borneo. Bagi pengunjung yang menyukai barang-barang yang identik ddengan otomatif juga bisa menyambangi pasar ini, khususnya mahasiswa teknik yang biasanya tertarik dengan barang-barang seperti itu. Di sini dijual merk-merk segala bentuk kendaraan beserta pritilan-pritilannya. Ada juga kendaraan-kendaraan berat yang berada di pasar ini turut menambah keunikan lain yang ditawarkan oleh pasar Klithikan.

Fasilitas yang bisa digunakan oleh pengunjung umum pun cukup lengkap di pasar Klithikan. Di sini sudah terdapat tempat ibadah, tempat parkir, toilet umum, dan mesin ATM. Terdapat juga kantor pengelola dan tempat layanan kesehatan. Jadi, banyak sekali keantikan yang dapat ditemukan di pasar ini. sebenarnya masih banyak sekali barang-barang antik dan unik yang bisa dieksplor sendiri saat berkunjung ke pasar Klithikan.

About Author

client-photo-1
Septi Dwi
Seorang Mahasiswi yang berasal dari Bekasi dan sedang Kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Comments

Leave a Reply