Candi Ijo, Permata Senja Jogja – Daerah Istimewa Yogyakarta memang sudah terkenal dengan berbagai situs-situs kuno nan eksotisnya. Nilai jual wilayah bekas Kasultanan Mataram ini terletak pada aneka ragam objek wisata yang ditawarkan. Mulai dari keelokan alam yang membentang dari ujung timur pantai-pantai Kabupaten Gunung Kidul, hingga ujung utara letak di mana Gunung Merapi menjulang.

Contoh situs kuno yang terkenal sejak dulu adalah kompleks Candi Prambanan dan Ratu Boko yang menjadi primadona Yogya. Namun, selain keduanya, sebenarnya masih banyak pula situs candi-candi di provinsi yang menyandang status istimewa ini. Salah satunya adalah Candi Ijo yang terletak di Bukit Ijo, Desa Sambirejo, Kalasan, Sleman, Beberapa kilo di sebelah selatan kompleks Candi Ratu Boko.

Memiliki tagline sebagai candi tertinggi di Yogyakarta, Candi Ijo memikat wisatawan domestik hingga mancanegara melalui keindahan pemandangan senja hari. Tak heran dengan suguhan horizon barat Yogya, pengunjung bisa menikmati sunset secara langsung tanpa ada suatu objek yang menghalangi. Jika berkunjung di hari yang cerah, pemandangan kota Yogyakarta bisa jelas terlihat dari Candi Ijo. Romantisme gemerlap lampu-lampu pemukiman yang mulai dinyalakan, Bandara Adi Sucipto terlihat dari kejauhan dengan pesawat-pesawat kecil lepas landas, dan suasana teduh lingkungan candi menjadi poin kuat daya tarik candi ini.

Menurut Sejarahnya, Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9 Masehi oleh umat Hindu, berdasarkan ragam relief yang ada pada Candi. Bangunannya sendiri terdiri dari tujuh belas struktur bangunan dengan sebelas teras berundak. Puncak terasnya dibuat pagar keliling dan tersusun dari delapan lingga patok, satu bangunan candi utama, dan tiga candi perwara.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat peninggalan berupa Lingga-Yoni yang lazim ditemu di Candi-candi Hindu lainnya. Ukuran dari Lingga-Yoni sendiri adalah perwujudan kesakralan pemujaan terhadap Dewa Siwa dan Dewi Parwati, yang merupakan penggambaran laki-laki dan perempuan, maskulin dan feminim. Selain sebagai penggambaran antara laki-laki dan perempuan, arca Lingga-Yoni juga memiliki tujuan sebagai pengusir roh-roh jahat dan penanda terciptanya alam semesta.

Selain kedua arca tersebut, terdapat arca-arca lain yang erat kaitannya dengan pemujaan terhadap Dewa Siwa seperti lembu nandini yang menjadi simbol kendaraan Dewa Siwa. Ada pula arca Ganesah putra sang Dewa, Dewi Durga salah satu istri Dewa Siwa, dan Agastya salah satu Resi Dewa Siwa yang Taat. Namun, ketiga arca tadi, Agastya, Durga, dan Ganesha telah disimpan di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3).

Selain itu, dari segi struktur bangunan, pondasi Candi Ijo terbilang unik. Pasalnya, pondasi candi ini terbuat dari batu kapur, berbeda dengan candi-candi lain yang terbuat dari batu andesit. Hal itu mungkin didukung dengan Bukit Ijo yang dahulu merupakan daerah tambang batuan kapur, dapat dibuktikan dari Objek Wisata Tebing Breksit yang terletak di bawah Candi Ijo.

Untuk sampai ke Obyek wisata ini, seseorang bisa melewati rute yang dilalui untuk sampai ke Candi Ratu Boko. Namun, tidak sampai masuk ke komples Candi Ratu Buku, melainkan diteruskan sampai lurus ke selatan menuju arah Piyungan, dan pada pertigaan akan ada papan nama yang menunjukan jalan ke arah Candi Ijo menuju arah timur ke Tebing Breksit yang ada di Bukit Ijo, daerahnya tidak terlalu terpencil, tetapi juga tidak terlalu terbuka, sehingga memang perlu kejelian untuk bisa menemukan jalan menuju Candi Ijo.

Walaupun demikian, semua akan terbayar dengan pemandangan indah nan elok dari Candi Ijo di sore hari. Harga tiket masuknya pun terbilang murah, hanya perlu merogoh sebanyak lima ribu rupiah saja ditambah dengan mengisi buku tamu. Tidak ada hotel ataupun penginapan di sekitar Candi Ijo, jadi disarankan untuk wisatawan jarak jauh untuk kembali ke arah Candi Prambanan.

Wisata Sejarah Ke Candi Ijo Sleman Candi Tertinggi Di Yogyakarta – Ada satu lagi wisata alam bersejarah di yogya yang tidak hanya menyuguhkan keindahan alam tetapi juga pesonan pahatan artsitektur yang menawan. Candi yang berada di dataran tinggi ini bernama Candi Ijo. Nama candi ijo diambil dari nama tempat dibangunnya candi ini yaitu di gumuk ijo (bukit ijo).

Bukit ini merupakan bukit tertinggi di kabupaten sleman dengan puncak tertinggi berada pada ketinggian 410 meter di atas permukaan laut. Oleh kalangan pemerhati purbakala, candi ini disebut sebagai candi tertinggi di yogyakarta karena lokasinya yang berada pada ketinggian 357,402 m – 395,481 m dpl. Sensasi berwisata sejarah ke candi ijo akan semakin mengesankan jika wisatawan bergabung ke dalam paket wisata yogya.

Lokasi candi ijo berada satu kompleks dengan lokasi wisata candi candi lain seperti candi ratu boko, candi barong, serta candi banyunibo. Candi candi tersebut berada di atas perbukitan kapur Kecamatan Prambanan. Dari lokasi candi ini, wisatawan akan dapat menikmati indahnya pemandangan lembah berteras curam, perbukitan yang diselimuti oleh tumbuhan semak belukar, serta pemandangan bandara internasional adisucipto yang berada di bagian barat candi ini.

Candi ijo dibangun sekitar abad ke 9 di sebuah bukit hijau atau gumuk hijau. Meski bukan termasuk daerah yang subur, pemandangan alam disekitar candi ini juga tak kalah luar biasa indahnya. Candi ijo merupakan candi peninggalan agama hindu, kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Teras pertama merupakan teras halaman yang membujur dari barat sampai timur candi. Pada teras terakhir, yaitu teras ke 11 berupa pagar keliling dengan delapan buah lingga patok, empat bangunan candi utama, dan tiga candi perwira. Penempatan bangunan pada tiap teras didasarkan pada tingkat kesakralannya. Bangunan pada teras tertinggi adalah bangunan paling sakral.

Wisatawan dapat menikmati indahnya ragam seni rupa yang dijumpai sejak pintu masuk candi ijo. terdapat kala makara dengan motif kepala ganda dan beberapa atributnya yang menghiasi pintu masuk candi. Terdapat pula arca yang menggambarkan sosok perempuan dan laki-laki yang melayang dan mengarah pada sisi tertentu.

Arca tersebut melambangkan persatuan dewa siwa dan dewi uma yang dimaknai sebagai awal terciptanya alam semesta. Selain itu ada yang berpendapat bahwa arca tersebut merupakan lambang suwuk untuk mengusir roh jahat.

Ada sebuah tempat seperti bak tempat api pengorbanan (homa) pada teras ke 11, tempat ini menandakan cermin pengorbanan masyarkat hindu yang memuja brahma. Terdapat juga tiga candi perwira yang menunjukkan penghormatan masyarakat pada Hindu Trimurti, yaitu Brahma, Siwa, dan Whisnu.

Di candi ini banyak prasasti prasasti yang menyimpan misteri tentang agama hindu dan kehidupan masyarakatnya. Salah satunya adalah prasasti yang terbuat dari batu berukuran tinggi 14 cm dan tebal 9 cm yang memuat mantra-mantra berupa kutukan. Mantra tersebut ditulis sebanyak 16 kali dan diantaranya yang terbaca adalah “Om Sarwwawinasa, Sarwwawinasa.”

Lokasi candi ijo berada di dusun groyokan, desa dambirejo, kecamatan prambanan, sleman Yogyakarta. Diperkirakan memakan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan menuju ke lokasi ini.  Wisatawan dapat menuju komples candi ijo ini dengan mengambil rute dari Kota Yogya melalui Jalan Solo menuju pasar prambanan yang berada di seberang kompleks candi prambanan.

Sesampainya di pasar, wisatawan tinggal menuju arah tenggara kurang lebih 7 km hingga menemui penunjuk arah kecil menuju Candi Ijo. Wisatawan tinggal mengikuti arah tersebut hingga gerbang masuk Desa sambisari, yang menandai jalan menanjak hingga sampai di Candi Ijo. Harga tiket masuk wisata candi ijo adalah gratis, jika wisatawan memakai kendaraan pribadi dikenakan biaya parkir sebesar Rp. 2.000 untuk montor dan Rp. 3.000 untuk mobil. Fasilitas di lokasi ini cukup lengkap seperti rest area, toilet, tempat parkir, dan lain lain. Banyak paket wisata jogja yang menawarkan perjalanan wisata ke candi ijo.

Rangkaian Batu Raksasa Indah Di Candi Sambi Sari Sleman – Candi sambi sari mempunyai bentuk yang sangat unik, jika kebanyakan jadi berupa bangunan candi, lain halnya dengan candi sambi sari. Candi ini nampak sekilas seperti tumpukan batu atap yang disusun di atas tanah.

Setelah diamati lebih dekat, ternyata lokasi candi ini berada 6,5 meter lebih rendah dari wilayah sekitarnya sehingga candi ini nampak lebih kecil dari ukuran aslinya.  Banyak paket wisata yogya yang menawarkan paket wisata ke candi sambi sari sleman.

Candi sambi sari dibangun sekitar abad ke-9 pada masa pemerintahan raja rakai garung. Candi peninggalan agama hindu ini sempat terkubur oleh material letusan gunung merapi selama bartahun tahun. Baru pada tahun 1996 seorang petani dari dusun sambi sari tanpa sengaja mencangkul tanah dan mengenai sebuah batuan dengan pahatan ukiran diatasnya dan penemuan ini segera dilaporkan ke suaka purbakala.

Batu berpahat yang ditemukan itu diduga merupakan bagian dari candi yang terkubur di bawah areal sawah. Penggalian akhirnya dilakukan hingga ditemukan  ratusan batu batuan lain beserta arca-arca kuno. Batu batu ini memang bagian dari sebuah candi yang terkubur.

Lokasi Candi sambi sari barada di Dusun samb isari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, yogyakarta sekitar 12 km arah timur dari kota yogya, atau kira-kira 4 km sebelum kompleks candi prambanan. Ada beberapa rute yang bisa diambil jika wisatawan ingin berkunjung ke lokasi candi sari, yaitu

  • Dengan menggunakan transportasi umum : naik bus jurusan Yogya – Solo dari Janti dan berhenti di Jalan Yogya – Solo Km 10 perhatikan tanda jalan ). setelah itu wisatawan  dapat melanjutkan dengan ojek ( sepeda motor taksi ) sekitar 2 Km menuju ke wisata candi sambi sari
  • Dengan menggunakan  kendaraan pribadi : rute timur ke Solo – Yogya dan berhenti di jalan yogya -Solo Km 10 Jalan , menemukan tanda jalan yang menunjukkan arah ke Candi Sambi sari dan belok kiri, terus lurus selama sekitar 2 Km .

Tiket masuk ke candi sambi sari adalah sebesar Rp. 3.000 / orang. Kompleks candi sambi sari ini terdiri dari candi induk dan 3 candi pewara atau candi pendamping dengan dikelilingi pagar batu 2 lapis. Terdapat 4 pintu masuk area candi sambi sari.

Menaiki tangga pintu masuk candi induk, wisatawan  bisa menjumpai hiasan berupa seekor singa yang berada dalam mulut makara (hewan ajaib dalam mitologi Hindu) yang menganga. Figur makara di candi sambi sari dan merupakan evolusi dari bentuk makara di India yang bisa berupa perpaduan gajah dengan ikan atau buaya dengan ekor yang membengkok.

Pada anak tangga terakhir pintu masuk candi induk. akan dijumpai 3 relung yang masing-masing berisi sebuah arca. Di sisi utara, terdapat arca dewi durga (isteri dewa siwa) dengan 8 tangan yang masing-masing menggenggam senjata. Sementara di sisi timur terdapat arca ganesha (anak dewi durga).

Di sisi selatan, terdapat arca agastya dengan aksamala (tasbih) yang dikalungkan di lehernya. Banyak rerumputan hijau yang tumbuh teratur di pelataran candi yang semakin menambah indahnya panorama di candi sambi sari.

Banyak yang menjadikan Candi sambisari sebagai lokasi photoshoot baik untuk prewedding maupun foto bersama keluarga. Wisatawan pun bisa menggelar tikar dan berpiknik ria disini.  Setelah puas menikmati panorama candi Sambi sari, wisatawan bisa mampir ke museum mini untuk mengetahui rangkaian sejarah eskavasi candi.

Terdapat fasilitas fasilitas umum seperti toilet, masjid, tempat parkir, warung warung makan, dan toko souvenir. Wisatawan bisa mengunjungi wisata candi sambi sari dengan bergabung dengan paket wisata jogja.

 

Tempat Wisata di Jogja Nilai Historis di Candi Mendut Magelang – Kota Magelang selalu menjadi tempat yang diburu oleh wisatawan, terutama wisatawan yang memiliki ketertarikan dengan bangunan candi. Di Magelang inilah candi Borobudur, yaitu candi Budha terbesar ada. Letaknya yang tidak jauh dengan Yogyakarta, tempat wisata di Magelang selalu dikaitkan dengan Yogyakarta. Selain candi Borobudur yang terkenal akan kemegahannya, candi yang tidak kalah unik dan berada tidak jauh dari candi Borobudur ialah candi Mendut yang berada sekitar 3 kilometer dari candi Borobudur.

Candi Mendut adalah sebuah candi bercorak Budha yang letaknya di Jalan Mayor Kusen, Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dari Yogyakarta berjarak sekitar 38 kilometer dan sangat mudah untuk diakses. Diperkirakan candi Mendut ini memiliki keterkaitan erat dengan candi Pawon dan Candi Borobudur karena terletak pada satu garis lurus arah utara sampai selatan. Tangga naik dan pintu masuk menghadap ke barat daya, sedangkan atapnya bertingkat tiga dan dihiasi dengan stupa-stupan kecil yang jumlahnya 48 buah dengan tinggi bangunan 26 meter.

Candi Mendut ini buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga pukul 17.00 sore. Pengunjung yang datang ke sini akan dikenakan tarif sebesar Rp3.500,00/orang. Bentuk candi Mendut jika dilihat dari kejauhan akan tampak seperti kubus yang bagian atasnya sudah tidak utuh lagi, karena runtuh dan tidak diperbaiki lahi. Candi mendut ini telah mengalami pemugaran sebanyak dua kali. Dasar bangunan candi Mendut terbuat dari batu bata yang dilapisi dengan batu asli. Bangunan candi ini ditemukan tahun 1836 dalam keadaan tertimbun semak belukar dan dibangun pada abad ke-9 masehi oleh dinasti Syailendra.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, candi Mendut memiliki keterkaitan secara historis dengan candi Borobudur dan candi Pawon karena dibangun pada waktu yang hampir bersamaan, pada masa pemerintahan Samaratungga-Pramodhawardani. Selain itu, saat upacara peringatan hari Waisak, penganut ajaran Budha akan melakukan ritual atau serangkaian acara adat Waisak yang diawali di candi Mendut, setelah itu menuju candi Pawon, kemudian puncaknya berada di candi Borobudur.

Keunikan candi Mendut salah satunya terdapat sebuah pohon Bodhi besar dan rindang yang tumbuh koko di halaman candi dan menjadi keyakinana bagi umat Budha bahwa pohon ini menjadi tempat Siddharta Gautama untuk mencapai penerangan yang sempurna. Selain itu, terdapat kompleks Vihara yang berada di sebelahnya turut menambah kekentalan nuansa Budha yang digunakan sebagai tempat ibadah umat Budha dan tempat berkumpul serta belajar para biksu.

Ketika pengunjung mengitari kaki candi, pengunjung akan menemukan sejumlah relief tentang fabel Burung dan Kura-kura, Kera dan Burung Manyar, dan Brahmana dan Kepiting. Relief yang menggambarkan cerita fabel tersebut memiliki pesan moral yang begitu kental bagi wisatawan yang datang ke sini. Kemudian setelag mengitaari kaki candi, pengunjung akan naik ke badan candi dan menemukan 8 relief Bodhisattva dengan berbagai sikap tangan dan ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan relief yang ada di candi Borobudur. Pengunjung kemudian akan masuk lagi ke bilik candi dan menemukan tiga buah arca setinggi masing-masing 3 meter, yaitu arca Dyani Budha Cakyamuni, Budha Avalokitesvara, dan Bodhisattva Vajrapani. Setelah menikmati bagian bilik candi, pengunjung dapat meninggalkan gernbang candi dan melewati sejumlah kios souvenir untuk dijadikan sebagai cindera mata maupun oleh-oleh khas Magelang. Jadi, candi Mendut ini juga cocok digunakan sebagai referensi tempat wisata edukasi yang memiliki nilai historis tersendiri dan patut untuk dilestarikan bersama.

 

Tempat Wisata di JogjaKemegahan Candi Borobudur di Magelang Agak sedikit berbeda dari sebelumnya yang sering kali menulis mengenai wisata di Yogykarta, kali ini akan sedikit melenceng namun lokasinya tidak jauh dari kota istimewa Yogyakarta.

Kemegahan Candi Borobudur di Magelang

Siapa sih yang tidak mengenal candi Borobudur, kemegahannya begitu populer dan diakui oleh dunia. Wisata candi Borobudur ini merupakan wisata yang sangat terkenal dan wajib untuk dikunjungi jika pengunjung datang atau berwisata ke kota Yogyakarta atau kota Magelang. Candi Borobudur tidak dapat dipisahkan dari kota Magelang, karena bangunan candi ini berdiri kokoh di kota Magelang, Jawa Tengah, tetapi karena letaknya dekat dengan Yogyakarta, pengunjung biasanya akan mengiran bahwa candi ini berada di provinsi Yogyakarta. Candi Borobudur ini sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia dan cagar budaya dunia pada tahun 1990 lalu.

Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di Indonesia bahkan terbesar di dunia ini terletak di sebelah barat daya dengan jarak 100 kilometer, di sebelah barat Solo sekitar 86 kilometer, dan di sebelah barat laut Yogyakarta sekita 40 kilometer. Candi ini didirikan tahun 800 Masehi pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra dan berbentuk stupa. Candi ini selain digunakan oleh umat Budha sebagai tempat beribadah, juga dijadikan objek wisata menarik yang dapat dikunjungi oleh pengunjung umum.

Bangunan ini ditemukan tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yaitu Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa dan ditemukan dalam keadaan tertimbun abu vulkanik serta semak belukar. Candi ini telah mengalami beberapa upaya pemugaran, salah satu pemugaran terbesar saat it terjadi pada tahun 1975 sampai 1982 oleh Pemerintah Republik Indonesia. Setiap tahun umat Buddha selalu berkumpul untuk memperingati hari besar Waisak. Pengunjung yang datang biasanya berasal dari seluruh penjuru Indonesia maupun penjuru dunia. Mereka yang berkunjung juga terkadang melakukan ziarah keagamaan di tempat ini.

Lokasi tepat candi Borobudur ini terletak di Jalan Badrawati, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sedangkan harga tiket masuk kawasan Borobudur ini untuk orang dewasa sekitar Rp30.000,00/orang dan untuk anak-anak dan pelajar sekitar Rp12.500,00/orang belum termaksud biaya parkir kendaraan. Bagi pengunjung asing atau mancanegara dikenakan tarif untuk orang dewasa sebesar 20 USD dan untuk anak-anak sebesar 10 USD. Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur juga menyediakan tiket dalam bentuk paket. Tiket terusan ini dapat digunakan sebagai tiket masuk candi lainnya, yaitu candi Prambanan dan candi Ratu Boko. Untuk harga tiket masuk candi Borobudur dengan paket wisata Paket Borobudur – Prambanan, akan dikenakan tarif bagi pengunjung dewasa sebesar Rp50.000,00/orang dan untuk anak-anak atau pelajar sebesar Rp22.000,00/orang. Untuk harga tiket masuk candi Borobudur dengan paket wisata Paket Borobudur – Ratu Boko, pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp50.000,00/orang dan untuk anak-anak atau pelajar sebesar Rp20.000,00/orang. Biasanya pengunjung akan ramai datang pada saat libur panjang sekolah, libur akhir pekan, dan libur nasional. Jam buka candi Borobudur ini sekitar pukul 06.00 pagi dan tutup pada pukul 17.00 sore.

Candi Borobudur ini berbentuk stupa dan terdiri atas 6 buah teras berbentuk bujur sangkar ditambah 3 buah pelataran di bagian atas berbentuk lingkaran. Terdapat 2.600 panel relief dan 504 arca Buddha. Bagian stupa terbesar diletakkan di tengah candi dan dikelilingi oleh 3 barisan yang melingkar dengan 72 stupa yang bagian dalamnya terdapat araca Buddha yang sedang duduk bersila.

Bagi pengunjung yang memiliki ketertarikan dalam seni sastra dan budaya bisa datang ke candi Borobudur. Pengunjung bisa mengamati sekaligus membaca panel relief dalam dinding candi. Jasa pemandu yang ditawarkan di sini akan siap membantu pengunjung untuk memahami cerita di balik dinding relief tersebut. Pengunjung yang akan membaca cerita di dinding relief harus mengitari candi searah jarum jam atau dari kiri ke kanan. Mulailah dari pintu timur di tingkatan terbawah. Di dalam kompleks candi Borobudur terdapat pelataran hijau yang luas dan bisa digunakan untuk mengelilingi tempat wisata ini dengan menyewa sepeda yang ada di situ. Jika pengunjung membawa anak-anak kecil, jangan lupa mencoba kereta kelinci yang tersedia di sana atau bisa naik andong untuk berkeliling mengitari candi Borobudur ini.

Kegiatan lain yang bisa dilakukan di tempat ini yang jangan sampai terlewatkan ialah mengabadikan momen Anda di candi ini. Bagi penyuka fotografi, pengunjung bisa datang dan menikmati pemandangan matahari terbit maupun terbenam dengan mempersiapkan kamera yang sudah dibawa untuk mengabadikan momen indah tersebut. Kegiatan lainnya lagi yang bisa dilakukan yaitu pengunjung tidak akan lengkap jika tidak mengunjungi dan berburu souvenir khas Magelang atau candi Borobudur ini. Pengunjung bisa membeli aneka macam pernak-pernik unik di kios-kios souvenir yang terletak tidak jauh dari kompleks candi. Souvenir yang ditawarkan pun cukup beragam, seperti kaos, topi, tas, dompet, gantungan kunci, dan miniatur candi. Harga yang ditawarkan pun cukup bervariasi dan masih bisa ditawar.

Keunikan lain yang ditemukan di candi ini ialah arsitektur bangunan yang menarik. Borobudur dikenal sebagai mahakarya atau senia yang ada di Indonesia dengan teknik arsitektur yang selaras dan adanya unsur estetika seni rupa Buddha di Indonesia. Bangunan di candi ini adalah perwujudan dari perpaduan antara pemujaan leluhur atau nenek moyang Indonesia dengan ajaran Buddha untuk mencapai Nirwana. Selain itu, bangunan dalam candi Borobudur juga merupakan sebagai perwujudan periode prasejarah di Indonesia pada masa Megalitikum, sehingga bangunan menyerupai punden berundak atau mirip seperti piramida. Jika dilihat dari dinding pahatan, reliefdi candi ini menampilkan banyak gambar dengan bentuk bangunan vernakular tradisional Nusantara. Banyak sekali arkeolog yang datang untuk melakukan penelitian dan mencermati bagaimana kehidupan masa lalu di Nusantara abad ke 8 dan ke 9 dengan merujuk pada relief candi. Relief yang paling terkenal di candi Borobudur ialah relief yang menggambarkan kapal Borobudur, yaitu kapal kayu becadik khas Nusantara. Relief kapan tersebut juga menunjukkan bagaimana kehidupan bahari purbakala zaman dulu. Replika kapal besar berdasarkan releif di candi tersebut tersimpan di Museum Samudra Raksa, letaknya sebelah utara candi Borobudur.

Keunikan lain yang bisa dirasakan di candi ini ialah panorama atau pemandangan di sekitar candi Borobudur yang menampilkan hamparan alam yang membentang luas. Keadaan sekitar atau lingkungan yang berada di sekitar candi dapat dilihat dengan jelas dari titik tertinggi candi Borobudur. Jadi jangan sampai melewatkan pemandangan alam dengan latar hamparan bukit dan bentang alam di atas langit biru yang begitu eksotik dan tidak akan mengecewakan. Keindahan alam lainnya yang dapat dinikmati di candi Borobudur ialah tempat ini dijadikan spot terbaik dalam menikmati sunrise dan sunset di Indonesia. Udara di sekita candi pun sejuk dan dingin, sehingga menambah kesan damai dan tenang dalam menikmati keindahan alam di sini. Keberadaan patung dan stupa juga turut memberikan kesan yang unik dalam diri pengunjung. Jadi jangan pernah melewatkan candi Borobudur yang merupakan hasil karya peradaban masa lampau bernilai seni tinggi dan penuh nilai historis.

Jika anda tertarik untuk berkunjung ke objek wisata candi borobudur ini anda bisa bergabung dengan paket wisata jogja di tempatwisatadijogja.com ini karena ada banyak paket wisata jogja yang menawarkan kunjungan ke objek wisata candi budha terbesar di dunia ini.