Pada tulisan sebelumnya sudah ada beberapa objek wisata menarik di sekitar candi Prambanan, selanjutnya tempat berikut ini juga akan membahas mengenai objek wisata menarik di sekitar candi Prambanan sebab banyak sekali wisata yang terdapat di sekitar candi Prambanan. Berikut ini merupakan beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi saat berwisata ke Yogyakarta atau saat Anda melakukan wisata ke Candi Prambanan, Anda bisa mampir ke tempat-tempat berikut ini.

Candi Banyunibo

Candi Banyunibo berada di dusun Cepit, desa Bokoharjo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Untuk pengunjung yang akan melihat keindahan dan keunikan candi Banyunibo bisa membayar tiket masuk sebesar Rp2.000,00/orang. Candi Banyunibo sendiri memiliki satu bangunan candi induk yang arahnya menghadap ke barat dan memiliki enam bangunan candi pewara atau candi kecil sebagai candi pendamping yang letaknya sebelah timur dan selatan dari candi induk. . Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 yaitu pada masa pemerintahan kerajaan Mataram Kuno. Ciri khas candi Banyunibo salah satunya terdapat stupa di bagian atas candi yang merupakan ciri khas dari agama Buddha. Candi ini juga awalnya ditemukan dalam keadaan runtuh yang kemudian digali dan mulai diteliti tahun 1940. Candi Banyunibo masih sangat jarang diketahui dan dikunjungi oleh wisatawan karena belum terlalu tereksplor dibandingkan dengan candi-candi besar lainnya yang sama-sama berada di satu kawasan, seperti candi Prambanan dan candi Ratu Boko.

Situs Arca Gupolo

Pengunjung yang kebetulan sedang melakukan perjalanan ke candi Prambanan, atau bahkan sedang berkunjung ke candi Ijo dan candi Barong bisa datang ke sebuah situs yaitu Situs Arca Gupolo. Situs yang terletak di dekat candi Ijo dan candi Barong ini cukup unik dan merupakan kumpulan dari 7 buah arca dalam agama Hindu. Patung Agastya adalah patung yang ditemukan oleh penduduk setempat di area situs tersebut dan kemudian diberi nama Gupolo. Penduduk setempat percaya bahwa Gupolo adalah sebutan untuk arca yang ukurannya raksasa yang biasanya bertugas sebagai penjaga pintu. Situs arca Gupolo ini terletak di dusun Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasinya berada di tengah hutan di ketinggian 195 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai lokasi situs ini, pengunjung harus menitipkan kendaraannya di rumah warga kemudian bisa melanjutkan perjalanan yang sedikit mendaki dan menuruni bukit dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang cukup licin.

Candi Barong

Candi Barong merupakan candi dengan corak agama Hindu dan berada di sisi tenggara komplek candi Ratu Boko. Candi ini terletak di bukit bernama Batur Agung pada ketinggian kurang lebih 199 meter dari permukaan laut. Lokasi candi Barong ada di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Barong diperkirakan dibangun pada abad ke-9 dan merupakan peninggalan kerajaan Medang pada periode Mataram. Untuk menikmati candi Barong ini, pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp5.000,00/orang untuk wisatawan domestik dan Rp10.000,00/orang untuk wisatawan mancanegara. Jam operasional candi Barong dibuka setiap hari pukul 07.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Candi Kalasan

Candi Kalasan sering disebut juga dengan sebutan candi Tara karena bangunan candi ini konon dipersembahkan untuk Dewi Tara. Candi Kalasan berada di Jalan Raya Yogya – Solo, Suryatmajan, Danurejan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Kalasan ini memang belum terlalu populer dibandingkan dengan candi lain yang berada di sekitar Prambanan. Candi ini merupakan candi Budha tertua di Yogyakarta. Pengunjung akan dikenakan tarif Rp5.000,00/orang, sedangkan jam operasional dibuka setiap hari pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Siapa yang tidak mengenal kemegahan candi Prambanan? Candi tercantik di dunia selalu menjadi destinasi utama pengunjung wisatawan di Yogyakarta. Akan tetapi, siapa sangka jika di sekitar candi Prambanan juga terdapat beberapa objek wisata yang tidak kalah menarik dan bisa menambah daftar kunjungan Anda selama berwisata ke Yogyakarta. Berikut ini merupakan beberapa tempat wisata yang lokasinya berada di sekitar candi Prambanan.

Candi Ijo

Candi Ijo ini merupakan kompleks candi Hindu yang lokasinya berada kurang lebih empat kilometer ke arah tenggara dari candi Ratu Boko atau kurang lebih sekitar 18 kilometer dari arah timur pusat kota Yogyakarta. Alamat lengkap candi Ijo berada di Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Ijo memiliki hamparan rumput hijau yang luas, sehingga waktu yang cocok untuk mengunjungi candi ini ialah saat pagi hari atau sore hari. Bagi pengunjung yang akan menikmati wisata candi Ijo dikenakan tarif sebesar Rp5.000,00/orang, sedangkan jam operasional candi Ijo ialah pukul 06.00 hingga pukul 17.00 WIB setiap hari. Anda bisa menikmati sunset yang indah dan duduk di atas hamparan rumput hijau yang luas.

Candi Ratu Boko

Wisata selanjutnya juga tidak kalah menarik, yaitu candi Ratu Boko. Candi ini berada di dataran tinggi, sehingga pemandangan di sekitar candi akan terlihat dengan jelas. Lokasi candi Ratu Boko ada di Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kompleks candi Ratu Boko ini bisa dibilang unik dan cocok digunakan untuk berfoto. Untuk menikmati wisata candi Ratu Boko ini, pengunjung berkategori wisatawan lokal akan dikenakan tarif Rp25.000,00/orang, kategori anak kecil usia 4 hingga 6 tahun dikenakan biaya Rp12.500,00/orang, sedangkan wisatawan asing dikenakan tarif USD. 13/orang. Jam operasional wisata candi Ratu Boko ini dibuka setiap hari dari Senin hingga Minggu pukul 06.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Tebing Breksi

Siapa sangka jika tempat bekas penambangan batu kapur bisa dijadikan sebagai tempat wisata yang menarik dan dilirik oleh para wisatawan karena penasaran dengan tempat ini. Tebing Breksi dahulu merupakan tempat penambangan batu kapur masyarakay sekitar yang kemudian mendapat larangan dari pihak pemerintah karena tidak boeh melakukan penambangan di daerah tersebut sehingga penambangan dihentikan. Akan tetapi, tempat ini bisa disulap oleh kreativitas masyarakat sekitar menjadi tempat wisata yang unik dan menarik. Alamat lengkap tempat wisata Tebing Breksi berada di Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk jam operasional wisata Tebing Breksi buka setiap hari. Tempat ini cocok digunakan untuk melihat sunset.

Candi Sambisari

Candi Sambisari ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seseorang bernama Karyowinangun saat mencangkul di sawah dan cangkul miliknya membentuk sebuah batu besar yang memiliki patahan di permukaannya. Karena penasaran, masyarakat dan Dinas Kepurbakalaan yang mengetahui hal itu kemudian menetapkan tempat tersebut sebagai suaka purbakala. Lokasi candi Sambisari ini berada di Jalan Sambisar Kadirojo, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk masuk kawasan candi Sambisari, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp5.000,00/orang. Jam operasional candi Sambisari dibuka dari pukul 07.00 hingga pukul 17.00 WIB setiap hari dan tutup pada hari Minggu.

Candi Plaosan

Tempat wisata candi Plaosan berada di Jalan Candi Plaosan, Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi yang berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini merupakan candi Budha yang dibangun oleh Raja Rakai Pikatan dan Sri Kahuluan. Candi Plaosan ini terbagi dua, yaitu candi Plaosan Kidul dan candi Plaosan Lor. Biaya masuk candi Plaosan ialah sebesar Rp5.000,00/orang, sedangkan jam operasional dibuka pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB setiap hari.

Candi Banyunibo

Candi Banyunibo berada di dusun Cepit, desa Bokoharjo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Untuk pengunjung yang akan melihat keindahan dan keunikan candi Banyunibo bisa membayar tiket masuk sebesar Rp2.000,00/orang. Candi Banyunibo sendiri memiliki satu bangunan candi induk yang arahnya menghadap ke barat dan memiliki enam bangunan candi pewara atau candi kecil sebagai candi pendamping yang letaknya sebelah timur dan selatan dari candi induk. . Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 yaitu pada masa pemerintahan kerajaan Mataram Kuno. Ciri khas candi Banyunibo salah satunya terdapat stupa di bagian atas candi yang merupakan ciri khas dari agama Buddha. Candi ini juga awalnya ditemukan dalam keadaan runtuh yang kemudian digali dan mulai diteliti tahun 1940. Candi Banyunibo masih sangat jarang diketahui dan dikunjungi oleh wisatawan karena belum terlalu tereksplor dibandingkan dengan candi-candi besar lainnya yang sama-sama berada di satu kawasan, seperti candi Prambanan dan candi Ratu Boko.

Situs Arca Gupolo

Pengunjung yang kebetulan sedang melakukan perjalanan ke candi Prambanan, atau bahkan sedang berkunjung ke candi Ijo dan candi Barong bisa datang ke sebuah situs yaitu Situs Arca Gupolo. Situs yang terletak di dekat candi Ijo dan candi Barong ini cukup unik dan merupakan kumpulan dari 7 buah arca dalam agama Hindu. Patung Agastya adalah patung yang ditemukan oleh penduduk setempat di area situs tersebut dan kemudian diberi nama Gupolo. Penduduk setempat percaya bahwa Gupolo adalah sebutan untuk arca yang ukurannya raksasa yang biasanya bertugas sebagai penjaga pintu. Situs arca Gupolo ini terletak di dusun Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasinya berada di tengah hutan di ketinggian 195 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai lokasi situs ini, pengunjung harus menitipkan kendaraannya di rumah warga kemudian bisa melanjutkan perjalanan yang sedikit mendaki dan menuruni bukit dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang cukup licin.

Candi Barong

Candi Barong merupakan candi dengan corak agama Hindu dan berada di sisi tenggara komplek candi Ratu Boko. Candi ini terletak di bukit bernama Batur Agung pada ketinggian kurang lebih 199 meter dari permukaan laut. Lokasi candi Barong ada di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Barong diperkirakan dibangun pada abad ke-9 dan merupakan peninggalan kerajaan Medang pada periode Mataram. Untuk menikmati candi Barong ini, pengunjung akan dikenakan tarif sebesar Rp5.000,00/orang untuk wisatawan domestik dan Rp10.000,00/orang untuk wisatawan mancanegara. Jam operasional candi Barong dibuka setiap hari pukul 07.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Candi Kalasan

Candi Kalasan sering disebut juga dengan sebutan candi Tara karena bangunan candi ini konon dipersembahkan untuk Dewi Tara. Candi Kalasan berada di Jalan Raya Yogya – Solo, Suryatmajan, Danurejan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Kalasan ini memang belum terlalu populer dibandingkan dengan candi lain yang berada di sekitar Prambanan. Candi ini merupakan candi Budha tertua di Yogyakarta. Pengunjung akan dikenakan tarif Rp5.000,00/orang, sedangkan jam operasional dibuka setiap hari pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB.

Candi Prambanan – Yogyakarta adalah sebuah kota yang ada di Indonesia yang dikenal sebagai kota budaya. Banyak sekali destinasi wisata sejarah maupun budaya yang menginterpretasikan bahwa Yogyakarta layak dikatakan sebagai demikian. Di antara tempat-tempat wisata sejarah maupun budaya yang sudah diakui oleh dunia, khususnya telah menjadi situs warisan dunia yang diakui oleh UNESCO tahun 1991, adalah candi Prambanan. Siapa yang tidak mengenal candi Prambanan, candi peninggalan bangsa yang masih ada dan harus dilestarikan.

Candi prambanan memiliki nama lain, yaitu candi Roro Jonggrang. Penamaan tersebut berkaitan dengan sejarah atau legenda yang sangat terkenal dan melatarbelakangi terbentuknya candi ini.  Selain diakui oleh lembaga UNESCO, candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar dan tercantik di Indonesia dan tempat wisata bersejarah zaman kerajaan Hindu.

Lokasi candi Prambanan ini sebenarnya berada di perbatasan kabupaten Sleman, Yogyakarta, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Untuk lebih tepatnya, candi ini terletak di Bokoharjo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mungkin candi Prambanan adalah candi yang segalanya berkaitan dengan perbatasan, karena letaknya berada di kompleks candi di wilayah administrasi desa Bokoharjo, sehingga banyak candi-candi bersejarah lainnya yang terdapat di sekitar candi Prambanan. Selain itu, pintu masuk komplek candi Prambanan ini terletak di wilayah administrasi desa Tlogo.

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa candi Prambanan terletak di perbatasan dua provinsi besar, maka akomodasi dan akses ke candi ini tidaklah sulit. Letaknya berada di kurang lebih 17 kilometer timur laut arah Yogyakarta, 50 kilometer barat arah Solo atau Surakarta, dan 120 kilometer selatan arah Semarang. Selain itu, candi Prambanan berada 100 meter dari jalan Jogja – Solo, sehingga mudah diakses. Bagi pengunjung yang berasal dari Yogyakarta dan ingin naik kendaraan umum, dapat naik trans jogja jurusan candi Prambanan dan turun di terminal Prambanan. Letaknya tidak jauh dari terminal, hanya berada tepat di depannya saja, sehingga pengunjung hanya perlu berjalan kaki.

Candi Hindu ini dibangun pada abad ke-9 masehi dan dipersembahkan untuk tiga dewa utama Hindu, yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah atau perusak, serta dikenal dengan konsep Trimurti, yaitu tiga dewa Hindu yang dimuliakan. Ruang utama dalam komplek candi ini ditempati oleh arca dewa Siwa, yaitu dewa yang paling dimuliakan di kompleks  candi Prambanan, yaitu candi Siwa dan dikenal dengan sebutan Siwa Mahadewa. Candi Prambanan telah megalami beberapa kali pemugaran, di antaranya pemugaran besar-besar terjadi tahun 1990. Selain itu, gempa yang terjadi di Yogyakarta pada 27 Mei 2006 dengan skala 5,9 skla richter telah merusak sebagian banguna candi, sehingga upaya renovasi dilakukan.

Terdapat 240 candi di kompleks candi Prambanan ini yang terdiri dari candi besar dan kecil. Dua kompleks candi yang terkenal di antaranya candi Trimurti yang terdiri dari candi Brahma, candi Wisnu, dan candi Siwa, serta kompleks candi Wahana yang terdiri dari candi Nandi, candi Angsa, dan candi Garuda. Tiga kompleks candi lainnya, yaitu candi Perwara, candi Apit, dan candi Kelir. Selain itu, ada spot atau zona yang dinamakan daerah tersuci yang di dalamnya terdapat delapan candi utama delapan kuil kecil.

Pintu masuk ke dalam kompleks candi Prambanan ini terdapat di empat arah penjuru mata angin. Pintu masuk utamanya terdapat di sebelah timur, karena bangunan candi menghadap ke arah timur. Untuk tiket masuk ke candi Prambanan, pengunjung dewasa dikenakan biaya Rp40.000,00/orang dan untuk anak-anak dikenakan biaya Rp20.000,00/orang. Harga tersebut adalah harga baru yang ditetapkan sejak Mei 2017. Adanya kenaikan harga tiket masuk dikarenakan adanya penambahan fasilitas yang semakin lengkap. Akan tetapi, bagi pengunjung yang akan datang ke candi ini tidak akan merasa kecewa, karena keindahan candi yang ditawarkan sebanding dengan harga yang ditawarkan.

Relief-relief yang tergambar dalam bangunan candi semakin menambah nilai estetis bangunan yang bernilai sejarah ini. Relief-relief yang menghiasi bangunan candi merupakan bentuk relief naratif yang menceritakan epos Hindu paling terkenal, yaitu epos Ramayana. Cara membaca relief tersebut ialah dibaca dari kanan ke kiri dengan gerakan searah jarum jam sambil mengitari candi. Pengunjung yang kebingungan dan ingin mengetahui isi cerita Ramayana dalam relief, dapat menggunakan jasa pemandu wisata atau tour guide untuk menjelaskan cerita sekaligus makna yang terdapat dalam relief. Jadi, pengunjung dapat menikmati seni sastra yang terdapat dalam relief sekaligus berwisata.

Kisah Ramayana diceritakan melalui gambaran relief yang bermula dari arah timur candi Siwa dan dilanjutkan ke arah candi Brahma. Kisah yang terkenal karena tokohnya ini, yaitu Shinta, isteri Rama, yang diculik oleh Rahwana, juga ditampilkan dalam pementasan Sendratari Ramatyana yang biasanya diadakan di kompleks candi Prambanan ini. Biasanya kisah ini dikemas menjadi pagelaran wayang orang dari Jawa ini dipentaskan secara rutin setiap malam bulan purnama di panggung terbuka Trimurti. Pengaturan lighting yang ditampilkan turut memengaruhi keindahan pementasan Sendratari Ramayana ini dengan menghadirkan latar belakang pemandangan megah tiga candi utama.

Benda-benda purbakala yang terdapat di sekitar kompleks candi Prambanan ini harus diabadikan dengan menyimpan dan memamerkannya kepada pengunjung, agar pengunjung mengetahui benda-benda peninggalan bersejarah yang berkaitan dengan candi Prambanan. Oleh karena itu, pihak pengelola menyimpan berbagai temuan benda bersejarah purbakala tersebut di museum yang terletak masih di dalam kompleks candi Prambanan. Arsitektur bangunan museum ini cukup unik, karena berupa rumah joglo. Koleksinya dapat berupa batu-batu candi dan berbagai arca yang ditemukan di sekitar lokasi candi Prambanan. Tiket masuk ke museum ini gratis, karena tiket masuk museum sudah termasuk ke dalam tiket masuk kompleks candi Prambanan. Fasilitas lain yang ditawarkan di museum ini, pengunjung dapat menikmati pertunjukkan audio visual mengenai candi Prambanan.

Di sekitar kompleks Prambanan juga terdapat banyak sekali candi-candi yang jaraknya hanya sekitar ratusan meter antara candi satu dengan candi yang lain. Beberapa di antaranya sudah cukup terkenal, yaitu candi Ijo, candi Ratu Boko, candi Barong, dan candi Sojiwan. Hal tersebut menandakan bahwa kawasan Prambanan adalah kawasan yang penting pada saat itu.

Fakta-fakta yang telah ada dan menjadi salah satu bukti adanya kebenaran bahwa candi Prambanan merupakan candi yang begitu eksotis, sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung. Tidak lengkap jika pengunjung belum berfoto di candi ini, karena keindahan candi yang berdiri megah dan keindahan alam lingkungan sekitar dapat dijadikan objek foto yang begitu indah. Selain itu, bagi pengunjung yang akan membeli souvenir khas Prambanan ini, disediakan kios-kios yang menjual berbagai macam souvenir yang siap dibawa pengunjung untuk dijadikan oleh-oleh bagi sanak saudara maupun teman terdekat. Souvenir yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari gantungan kunci, kaos-kaos, tas rajut, miniatur candi, dan sebagainya. Jadi, bagi pengunjung yang akan berwisata ke daerah Yogyakarta maupun Jawa Tengah, jangan lupa menjadikan candi Prambanan sebagai list destinasi perjalanan wisata Anda.

Yogyakarta terkenal dengan wisata candi yang banyak terdapat di kota ini. Pengunjung yang kebetulan sedang melakukan perjalanan ke candi Prambanan, atau bahkan sedang berkunjung ke candi Ijo dan candi Barong bisa datang ke sebuah situs yaitu Situs Arca Gupolo. Situs yang terletak di dekat candi Ijo dan candi Barong ini cukup unik dan merupakan kumpulan dari 7 buah arca dalam agama Hindu. Patung Agastya adalah patung yang ditemukan oleh penduduk setempat di area situs tersebut dan kemudian diberi nama Gupolo. Penduduk setempat percaya bahwa Gupolo adalah sebutan untuk arca yang ukurannya raksasa yang biasanya bertugas sebagai penjaga pintu. Patung atau arcaAgastya ini tingginya sekitar dua meter dan memiliki senjata trisula, yaitu lambang dari ddewa Siwa yang dipegang dengan jelas oleh arca tersebut. Akan tetapi, keadaan arca Agastya ini sebenarnya sudah tidak begitu jelas.

Lain dari pada itu, di dekat situs Gupolo ini ada sebuah mata air jernih yang berupa sumur. Mata air yang bersumber dari sumur itu biasanya masih digunakan oleh penduduk setempat untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Meskipun sedang musim kemarau, mata air tersebut tidak pernah kering. Situs arca Gupolo ini terletak di dusun Sambirejo, kecamatan Prambanan, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lokasinya berada di tengah hutan di ketinggian 195 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai lokasi situs ini, pengunjugn harus menitipkan kendaraannya di rumah warga kemudian bisa melanjutkan perjalanan yang sedikit mendaki dan menuruni bukit dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang cukup licin. Terdapat juga patok penyangga yang memiliki empat tulisan di dalamnya dengan menggunakan bahasa Belanda, bahasa Indonesia dengan ejaan lama, dan bahasa Jawa Kuno. Adanya nomor registrasi yang terdapat dalam situs ini diduga bahwa bangunan tersebut berada di masa pendudukan Belanda saat itu.

Selain arca Agastya atau Gupolo yang berukuran raksasa, ada pula di sekililing kedua arca besar tersebut beberapa arca kecil dengan keadaan posisi duduk bersila. Terdapat patung atau arca Ganesha yang keadaannya sudah sangat memprihatinkan karena kepalanya sudah dipenggal dan sudah hilang detail ukirannya. Bukan hanya arca Ganesha saja, tetapi beberapa arca-arca kecil lainnya juga dalam kondisi yang memprihatinkan, yaitu bentuk kepalanya yang sudah tidak ada karena dipenggal. Menurut cerita yang beredar pula, Gupolo pada zaman dahulu adalah seorang Maha Patih dari Kerjaan Ratu Boko, yang pada saat itu adalah ayah dari Roro Jonggrang. Lain dari itu, dalam mitologi Hindu, Maha Resi Agastya adalah seorang resi yang digambarkan sangat sakti dan disegani.

Penduduk setempat juga menyayangkan keberadaan arca Gupolo yang seolah dilupakan dan tidak mendapatkan perhatian. Penduduk setempat juga memaparkan bahwa dulu situs arca Gupolo ini diberikan bangunan atap pelindung yang terbuat dari seng untuk melindungi arca-arca tersebut. akan tetapi, karena faktor cuaca dan perjalanan waktu, atap pelindung tersebut sudah rusak saat ini dan hanya tinggal konstruksi bangunan patok penyangga di beberapa sisi dekat arca-arca tersebut. patok penyangga tadi lah yang terdapat tulisan dalam bahasa Belanda, Jawa Kuno, dan Indonesia dalam ejaan lama. Keunikan lainnya yang terdapat di situs arca Gupolo ini karena keberadaannya berada di tengah-tengah lahan kapur yang tandus, tetapi karena adanya sumber mata air jernih yang berasal dari sumur, masyarakat tidak merasa kekeringan. Selain itu, udara di sekitar situs arca Gupolo ini cukup sejuk karena berada di tengah hutan dan memiliki pemandangan bukit yang menarik di antara lebatnya daun-daun yang tumbuh rindang.

Yogyakarta terkenal dengan wisata candinya yang memiliki keunikan masing-masing. Bagi pengunjung yang akan datang ke Yogyakarta untuk berwisata dan ingin mengenal alam pedesaan dapat mengunjungi candi Abang yang berada di kabupaten Sleman ini. Wisata candi Abang menawarkan keindahan alam dengan suasana pedesaan yang memiliki perbukitan, pertanian, dan perkebunan. Karena berada di sebuah perbukitan, biasanya bukit tersebut dinamakan bukit teletubbies yang memiliki hamparan rumput hijau serta angin yang semilir. Candi Abang sendiri merupakan candi bersejarah peninggalan zaman Hindu yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Lokasi candi Abang berada di Dusun Sentorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Tempat candi Abang ini berada di sebuah desa wisata yang memiliki tempat wisata lainnya selain candi Abang. Lokasi candi Abang ini berada di puncak bukir di pinggir jalan desa dan berjarak sekita 1,5 kilometer dari barat jalan raya Jogja-Piyungan. Akses jalan menuju candi Abang ini cukup mudah dan sudah bagus. Untuk dapat menikmati keindahan candi Abang, pengunjung dikenakan biaya Rp2.000,00/orang.

Candi Abang memiliki ukuran 36 x 34 meter dan berbentuk seperti piramida dengan sumur di tengahnya. Selain itu, terdapat pula batu-batu andesit. Candi Abang dibangun sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Keunikan lainnya, candi Abang ini terbuat dari batu bata berwarna merah, sehingga candi ini disebut candi Abang (merah dalam bahasa Jawa berarti Abang). Uniknya lagi, candi ini berada di dalam bukit teletubbies tersebut, sehingga relief pada candi terkubur dalam tanah. Oleh karena itu, orang-orang berpikiran bahwa candi ini adalah tempat penyimpanan harta karun zaman dahulu, tetapi candi ini sudah dilindungi oleh pemerintah setempat. Bagi pengunjung yang ingin mengetahui informasi mengenai candi Abang ini dapat menuju papan penunjuk informasi atau pusat informasi. Candi Abang ini dulunya merupakan tempat pemujaan atau penyembahan kepada dewa di zaman dulu.

Keberadaannya yang unik membuat candi Abang banyak dijadikan referensi untuk tempat rekreasi. Selain itu, pengunjung biasanya akan menikmati momen sunset dan berburu foto di candi Abang ini untuk mendapatkan hasil yang bagus. Biasanya pengunjung akan datang pagi hari atau sore hari, karena jika datang pada siang hari, matahari akan terasa panas dan menyengat. Di sekitar lokasi candi Abang tidak terdapat warung-warung makanan maupun minuman, sehingga pengunjung sebaiknya membawa perbekalan seperti makanan dan minuman dari rumah. Akan tetapi, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan candi dapat tetap asri dan terjaga.

Di lokasi candi juga ditemukan yoni sebagai bukti bahwa candi ini merupakan candi peninggalan Hindu. Di sebelah selatan candi Abang terdapat batu yang meneyrupai kodok, sehingga oleh warga sekitar diberi nama batu kodok, sedangkan sumur yang terdapat di candi ini bernama sumur Bandung. Tempat di sekita candi Abang juga cocok digunakan sebagai olahraga, seperti bersepeda, jalan santai, maupun jogging di pagi atau sore hari. Di bagian utara candi pengunjung dapat melihat pemandangan gunung Merapi, sedangkan di sebelah barat terlihat kota Jogja, di sebelah timur terlihat deret pegunungan Batur Agung, dan di sebelah selatan terlihat pegunungan seribu. Selain itu juga, bukit teletubbies ini dikelilingi hamparan sawah yang luas dan asri. Hal lainnya yang cukup menarik, karena letaknya di kompleks desa wisata, di sekitar candi Abang terdapat beberapa objek wisata lainnya, seperti Goa Jepang Jogotirto dan Goa Sentono. Jadi, candi Abang ini merupakan tempat yang unik dan menarik untuk dikunjungi pengunjung.