Siapa yang tidak mengenal sunset? Pasti Anda semua sudah tidak asing dengan kata tersebut. Sunset adalah fenomena matahari terbenam. Banyak orang mengabadikan momen ini dengan berfoto karena keindahan tersendiri yang bisa didapatkan. Untuk dapat menikmati sunset yang indah, kita harus mengetahui spot-spot menarik yang cocok dijadikan tempat untuk mengabadikan sunset. Di Yogyakarta, banyak sekali tempat atau spot yang cocok dijadikan untuk momen mengabadian sunset. Berikut ini merupakan spot menarik yang bisa ditemui jika Anda berkunjung ke Yogyakarta untuk menikmati sunset di sini.

Kalibiru

Kalibiru merupakan sebuah kawasan di Pegunungan Menoreh yang menghadirkan pemandangan berupa hutan wisata. Lokasi Kalibiru ada di Desa Kalibiru, Kecamatan Kokap, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, di. Yogyakarta. Kalibiru menghadirkan suasana senja yang begitu cantik dan memukau. Selain itu, banyak sekali spot-spot foto yang disediakan di temat ini. Dari tempat Kalibiru ini, Anda juga dapat melihat Waduk Sermo dari kejauhan ang dikelilingi perbukitan.

Embung Nglanggeran

Embung Nglanggeran merupakan tempat yang sangat unik dan menarik untuk menikmati senja, karena di tempat ini Anda bisa menikmati pemandangan sunset di sebuah danau buatan di atas bukit. Lokasi Embung Nglanggeran ini ada di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidu, Yogyakarta. Letak Embung Nglanggeran ini juga tidak jauh dari Gunung Api Purba Nglanggeran. Karena keduanya sama-sama menghadirkan tempat yang cocok untuk menikmati senja, Anda dapat memilih akan berburu senja ke Embung Nglanggeran atau Gunung Api Purba. Jika bingung, Anda bisa juga menikmati sunrise atau matahari terbit di Gunung Api Purba dan menikmati sunset di Embung Nglanggeran., begitu pun bisa sebaliknya.

Bukit Bintang

Walaupun tempat yang digunakan untuk berburu sunset di Bukit Bintang ini sederhana, tetapi ada suasana tersendiri yang unik dan menarik hingga Anda terpukau dengan tempat ini kala menikmati senja. Bukit Bintang ini adalah tempat nongkrong yang tempatnya berada di perbukita Patuk, Jalan Raya Wonosari – Yogyakarta. Bisa dibilang Anda akan menikmati suasana senja di pinggir trotoar jalan besar ditemani secangkir kopi agar suasana menjadi lebih syahdu. Banyak anak muda yang datang di sini untuk menikmati sunset yang sederhana.

Pantai Glagah Indah

Selain Kalibiru, Kulonprogo juga punya tempat lain untuk menikmati sunset yang indah. Salah satunya di Pantai Glagah Indah atau biasa disebut dengan sebutan  Pantai Glagah saja. Lokasi pantai Glagah ini terletak di desa Glagah, kecamatan Temon, kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Jarak dari pusat kota Yogyakarta kurang lebih 40 kilometer ke arah barat, sedangkan jarak dari ibukota kabupaten Kulonprogo kurang lebih 15 kilometer ke arah barat. Hal yang paling dinantikan pengunjung dari keindahan pantai Glagah adalah saat sunset atau pemandangan matahari tenggelam tiba. Pengunjung bisa menikmati sunset dengan jelas di pantai ini. Jangan lupa untuk mengabadikan momen sunset yan indah tersebut ketika Anda berkunjung di saat sore hari hari menjelang waktu petang.

Candi Abang

Tempat yang selanjutnya ini juga cukup unik, karena memang waktu yang tepat untuk datang ke candi Abang ini ialah saat pagi hari ataupun sore hari. Candi Abang sering disebut dengan bukit telletubies karena tempatnya menyerupai sebuah bukit. Tempat ini cocok dijadikan sebagai tempat untuk menikmati sunset di Yogyakarta. Lokasi candi Abang berada di Dusun Sentorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Banyak tempat wisata seru dan unik yang ditawarkan jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, khususnya wisata alam. Bagi Anda yang ingin merasakan keseruan baru, yaitu bermain dengan alam, dapat mengunjungi sebuah wisata yang masih terbilang baru dan belum terlalu ramai dikunjungi. Tempat itu ialah Embung Batara Sriten yang letaknya ada di Kabupaten Gunung Kidul, DI.Yogyakarta. Embung Batar Sriten sebenarnya hampir sama dengan Embung Nglanggeran, yaitu embung yang lokasinya juga berada di Kabupaten Gunung Kidul, tetapi embung Batara Sriten berada di tempat ketinggian yang tingginya melebihi dari embung Nglanggeran.

Orang-orang yang mendengar atau menyebut nama tempat wisata embung ini seolah-olah mengingatkan pada nama dari dewa-dewi tertentu. Penamaan lokasi wisata embung Batara Sriten ini diambil dari sebuah singkatan dari nama lokasi embung tersebut, yaitu pegunungan Baturagung Utara yang disingkat sebagai Batara, sedangkan lokasi dari embung tersebut ada di Padukuhan Sriten sehingga namanya menjadi embung Batara Sriten. Lokasi embung Batara Sriten ada di Bukit Sumilir, Dusun Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, DI. Yogyakarta. Jarak tempuh yang bisa dilalui oleh pengunjung jika berangkat dari pusat kota Yogyakarta ialah kurang lebih selama 1,5 jam, tergantung dari kecepatan kendaraan.

Perlu diingatkan juga, bagi pengunjung yang akan menuju jalan ke arah embung Batara Sriten untuk berhati-hati karena jalan yang dilalui rumit. Sebelum pengunjung melakukan perjalanan ke sini, sebaiknya cek kondisi kendaraan yang akan dipakai untuk merasakan jalanan ekstrem dan tanjakan curam. Anda akan merasakan sensasi perjalanan sebelum sampai ke lokasi dengan melewati jalan tanjakan yang tinggi dan berliku-liku. Jalan yang tidak rata dan berbatu akan dilewati, sehingga Anda perlu berhati-hati. Sampai di lokasi, pengunjung akan melewati loket tiket pembayaran untuk masuk ke embung Batara Sriten. Untuk dapat menikmati suasana di embung Batara Sriten, pengunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp3.000,00/orang, sedangkan untuk parkir motor sebesar Rp2.000,00/kendaraan dan parkir mobil sebesar Rp10.000,0/kendaraan. Embung Batara Sriten buka pukul 05.00 dan tutup pukul 18.00 WIB.

Pengunjung yang datang akan disuguhkan pemandangan indah dari embung atau danau buatan di atas ketinggian tertentu dalam kisah pewayangan Jawa. Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati sunrise maupun sunset jika cuaca sedang cerah. Terlihat dari atas ketinggian, yaitu wisata waduk Gajah Mungkur dan hijaunya alam di Gunung Kidul. Bagi Anda yang ingin menikmati pemandangan di sekitar embung Batara Sriten, bisa juga duduk-duduk santai di gazebo yang telah disediakan. Fasilitas yang ada di embung Batara Sriten juga terbilang lengkap, di antaranya area parkir luas, toilet umum, dan warung makanan serta minuman yang disediakan jika pengunjung merasa lapar dan atau haus.

Tempat yang baru diresmikan oleh Sultan Hamengku Buwono X pada September 2014 ini juga memiliki spot-spot menarik untuk berfoto. Bila cuaca sedang cerah, Anda bisa mendapatkan hasil yang terbaik dari kamera Anda saat berfoto di spot foto embung Batara Sriten. Selain itu, karena tempatnya yang tinggi, hal itu membuat embung Batara Sriten cocok untuk dijadikan tempat olahraga Paralayang. Pengunjung akan merasakan pengalaman baru dan seru yang didapatkan dari tempat wisata embung Batara Sriten ini. Dimulai dari perjuangan menuju tempat lokasi hingga menikmati bisa menikmati indahnya embung Batara Sriten dan daerah Gunung Kidul dari atas ketinggian tertentu.

Gunung Kidul adalah salah satu kabupaten di provinsi DI. Yogyakarta yang menyimpan banyak kekayaan alam. Banyak wisata alamyang masih alami dan patut untuk dikunjungi. Wisata alam yang ada di Gunung Kidul masih terbilang asli dan belum banyak dijamah oleh wisatawan, sehingga cocok untuk menghilangkan penatdari rutinitas yang melelahkan. Salah satu tempat wisata unik di Gunung Kidul yang wajib dikunjungi adalah Embung Nglanggeran.

Sunset di Embung Nglanggeran

 Embung Nglanggeran adalah wisata alam yang berada di atas ketinggian di daerah Gunung Kidul. Pada awalnya tempat di situ merupakan bukit biasa, kemudian Pemkab Gunung Kidul berinisiatif untuk membuat sebuah embung yang berada di atas bukit tersebut, sehingga dibangunlah tempat wisaa Embung Nglanggeran yang bisa dinikmati oleh wisatawan yang datang berkunjung. Keunikan yang lain juga dapat dirasakan, seperti hijaunya alam sekitar dan pemandangan yang indah. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat Gunung Api Nglanggeran yang berada di seberang tempat embung Nglanggeran berada dan masih menjadi tempat pendakian para wisatawan.

 Lokasi wisata Embung Nglanggeran ada di desa Nglanggeran, kecamatan Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Akses menuju lokasi tidak begitu sulit, karena jalan sudah diaspal halus sehingga memudahkan pengunjung yang akan datang ke sana. Pengunjung yang berasal dari kota Yogyakarta bisa menuju ke jalan Jogja – Wonosari, kemudian naik terus hingga ke daerah Pathuk sampai menemukan plang menuju arah Embung Nglanggeran atau Gunung Api Purba Nglanggeran, pengunjung hanya tinggal mengikuti jalan menuju lokasi karena banyak petunjuk arah menuju Embung Nglanggeran. Perjalanan dari kota Yogyakarta menuju Embung Nglanggeran memerlukan waktu sekitar 45 menit. Pengunjung yang ingin menikmati suasana alam di Embung Nglanggeran akan dikenakan tarif Rp10.000,00/orang dan tarif parkir kendaraan untuk sepeda motor sebesar Rp2.000,00/kendaraan dan mobil Rp5.000,00/kendaraan.

 Pengunjung yang datang dan akan langsung menuju embung yang berada di atas bukit harus menaiki tangga atau jalan setapak menuju atas. Sesampainya di atas, pegunjung akan bisa langsung merasakan keindahan alam dari atas bukit. Di beberapa sudut juga disediakan gazebo yang dapat digunakan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan alam sekitar dengan semilir angin yang kencang. Sesekali ikan-ikan kecil juga sering muncul dan berenang ke tepian embung. Waktu yang cocok untuk berkunjung ke Embung Nglanggeran ialah sore hari menuju petang, karena pengunjung bisa langsung melihat momen matahari tenggelam atau sunset yang sangat indah. Pengunjung juga bisa datang pada pagi hari untuk menikmati matahari terbit atau sunrise yang begitu indah. Selain itu, pengunjung yang ingin mengabadikan momen di sana akan mendapatkan hasil foto yang bagus jika datang saat udara sedang cerah.

Pengunjung yang datang ke Embung harus selalu mematuhi peraturan yang ada agar keadaan sekitar tetap terjaga dan tidak rusak. Pengunjung tidak boleh membuang sampah sembarangn dan melempar serta mengambil suatu apapun yang ada di embung. Fasilitas yang ada di sini juga cukup lengkap dan memadai seperti area parkir yang luas, toilet umum, mushala, warung-warung yang menyediakan makanan serta minuman, dan gazebo atau pendopo untuk beristirahat sekaligus bersantai. Pengunjung yang ingin membawa buah tangan khas Nglanggeran dapat membeli oleh-oleh seperti cokelat khas Nglanggeran karena kawasan Nglanggeran terkenal dengan produksi cokelat. Banyak olahan cokelat khas Nglanggeran yang bisa Anda bawa sebagai oleh-oleh seperti permen cokelat, minuman, dan varian lainnya yang bisa dibeli di Taman Teknologi Pertanian yang lokasinya juga masih berada di satu kawasan wisata Embung Nglanggeran.

Kabupaten Gunung Kidul di Yogyakarta memilki segudang tempat wisata alam yang menarik. Lokasinya yang masih alami dan asri, menjadikan Gunung Kidul sebagai tempat yang didambakan oleh wisatawan untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata alam. Salah satu wisata alam yang ada di Gunung Kidul dan menjadi tempat favorit bagi wisatawan ialah gunung Nglanggeran atau lebih dikenal dengan Gunung Api Purba. Mengapa demikian dikatakan sebagai gunung api purba, karena gunung Nglanggeran merupakan gunung yang terbentuk sekitar 60 sampai 70 juta tahun yang lalu serta didominasi oleh batuan aglomerat dan breksi gunung api.

Hal yang menarik dari gunung api purba adalah legenda yang beredar di masyarakat sekitar tentang asal usul nama Nglanggeran yang berasal dari kata nglanggar yang artinya melanggar. Penamaan itu dilakukan karena pada saat itu ada sebuah perayaan syukuran hasil panen yang mengundang seorang dalang, tetapi warga sekitar malah merusak wayang si dalang. Kemudian si dalang merasa murka dan mengutuk warga sekitar menjadi wayang yang dibuang ke sebuah bukit yang kemudian dinamakan Nglanggeran. Menurut kepercayaan warga sekitar, gunung api purba tersebut dijaga oleh tokoh pewayangan Punokawan dan Kyai Ongko Wijoyo. Selain itu, adanya bebatuan besar di sekitar gunung Nglanggeran ini dipercaya warga sekitar sebagai tempat bertapa atau semedi pada Jumat Kliwon atau malam tahun baru Jawa. Arca yang menyerupai Ken Dedes ditemukan di sekitar gunung  api purba.

Letak gunung api purba ini berada di desa Nglanggeran, kecamatan Pathuk, kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Jarak yang harus ditempuh pengunjung dari kota Yogyakarta adalah 25 kilometer atau sekitar 45 menit. Untuk tiket masuknya dikenakan biaya Rp15.000,00/orang untuk tiket sore hari dan Rp20.000/orang untuk tiket malam hari serta kawasan wisata gunung api purba ini dikelola resmi oleh Karang Taruna Desa Nglanggeran. Akses jalan yang dilalui pun cukup berkelok serta belum ada jalur angkutan umum yang menuju lokasi gunung api purba, sehingga pengunjung harus menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan.

Terdapat jalur pendakian khusus yang disediakan di sana, sedangkan jarak tempuh pendakian kurang lebih dua jam.  Pengunjung yang melalukan perjalanan sore juga bisa melihat matahari terbenam. Adanya papan petunjuk akan membuat pengunjung tidak mudah tersesat. Selain itu, bagi pengunjung atau wisatawan yang akan melakukan camping di gunung Nglanggeran ini juga diperbolehkan. Jangan lupa juga untuk melakukan panjat tebing atau rock climbing yang menantang. Pengunjung juga dapat menemukan tiga bangunan gardu panjang yang digunakan untuk mengeksplorasi pemandangan alam di gunung api purba dari ketinggian. Gunung lainnya yang berada di dalam gunung api purba ialah  gunung Kelir, gunung Bongos, gunung Gedhe, dan gunung Buchu. Dari beberapa gunung tersebut, pengunjung dapat menikmati sunrise di pagi hari dan sunset di sore hari.

Fasilitas yang terdapat di gunung Nglanggeran ini juga sudah lengkap. Di antaranya terdapat pusat informasi, posko kesehatan, pusat kuliner, balai pertemuan, fasilitas MCK, home stay atau penginapan, tempat ibadah, jalur pendakian, dan camping ground. Selain itu, masih di kawasan wisata gunung api purba, tidak jauh dari sekitar gunung api Nglanggeran terdapat sebuah embung, yaitu bangunan menyerupai kolam seperti telaga yang dinamakan embung Nglanggeran juga. Embung ini dapat dimanfaatkan saat musim kemarau untuk mengairi sawah penduduk. Pengunjung yang naik ke atas embung dapat melihat gunung api purba yang letaknya di seberang embung. Jadi, jangan lupa untuk mengunjungi gunung api purba Nglanggeran di Gunung Kidul ini.

Banyak kabupaten di Yogyakarta selain pusat kota Yogyakarta yang memiliki tempat-tempat wisata baru dan unik yang mampu menarik minat wisatawan untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut, seperti tempat-tempat wisata yang ada di Kulonprogo. Kabupaten Kulonprogo merupakan kabupaten di provinsi DI. Yogyakarta yang berada di sebelah barat dari pusat kota Yogyakarta. Banyak sekali destinasi wisata yang wajib dikunjungi jika singgah ke Yogyakarta. Salah satu tempat wisata di Kulonprogo yang masih terbilag baru dan cukup unik ialah Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu yang letaknya berada di desa Jangkaran, kecamatan Temon, kabupaten Kulonprogo, DI. Yogyakarta. Letak Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu sangat dekat dengan kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, karena letak wilayahnya berbatasan langsung dengan kabupaten tersebut. Adapun jarak Hutan Mangrove dari pusat kota Yogyakarta terbilang jauh, sekitar kurang lebih 25 kilometer ke arah barat atau setara dengan perjalanan selama kurang lebih 1,5 jam menggunakan kendaraan.

Rute yang dapat dilewati untuk sampai ke Hutan Mangrove ialah pengunjung yang berasal dari arah kota Yogyakarta akan melewati Jalan Raya Wates hingga menemukan pertigaan patung kuda, lurus terus ke arah Purworejo hingga sampai di terminal Wates, kemudian belok kiri. Setelah itu, Anda akan menemukan rumah makan padang sederhana di kiri jalan dan menemukan pertigaan, belok ke kiri ke arah pantai Congot, kemudian Anda akan menemukan pertigaan lagi, tetap ambil jalan lurus, setelah melewati jembatan, belok kiri ke arah desa Jangkaran. Dari situ Anda sudah bisa menuju lokasi karena banyak sekali plang petunjuk arah atau jalan menuju Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu. Walaupun jarak yang ditempuh lumayan jauh dari pusat kota Yogyakarta, tetapi Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu mampu menghadirkan keunikan tersendiri dan terbilang tempat wisata hits di Yogyakarta. Untuk tiket masuk ke kawasan Hutan Mangrove, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp5.000,00/orang, sedangkan untuk parkir motor sebesar Rp2.000,00/kendaraan dan Rp5.000,00 untuk kendaraan mobil.

Spot Foto di Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu

Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu merupakan objek wisata yang menawarkan spot-spot foto menarik. Keunikannya ada di konsep lokasinya, karena dibangun di sekitar pantai yang ditumbuhi pohon mangrove menyerupai jembatan-jembatan dari kayu atau bambu. Spot-spot yang ada di lokasi Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu bernama Jembatan Cinta, Sangkar Penantian, Love, Negeri Di Atas Mangrove, dan masih banyak lagi. Selain itu, pihak setempat juga menyediakan perahu untuk pengunjung yang akan melakukan wisata bahari dengan mengelilingi Hutan Mangrove. Pengunjung yang datang biasanya didominasi oleh anak-anak muda yang suka eksis di media sosial. Tidak terkecuali banyak keluarga yang juga menghabiskan waktu liburannya di sini karena keunikan yang ditawarkan oleh Hutan Mangrove. Pengunjung yang akan datang ke sini disarankan untuk datang pada pagi hari ataupun sore hari, karena saat siang hari udara sangat panas dan terik matahari begitu menyengat kulit Anda. Saat pagi hari, pengunjung bisa menikmati sunrise yang indah di Hutan Mangrove ini. Saat sore hari, pengunjung dapat menikmati sunset dari jembatan yang berada di Hutan Mangrove ini.

Spot Foto Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu

Fasilitas yang terdapat di Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu ini juga sudah terbilang lengkap. Terdapat tempat parkir, toilet umum, mushala, dan warung-warung jajan. Selain melakukan piknik di Hutan Mangrove, pengunjung juga bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru dari objek wisata ini. Tanaman mangrove atau dikenal dengan pohon bakau adalah tanaman yang tumbuh di sekita pantai yang berfungsi untuk menahan abrasi laut. Jadi, pengunjung yang datang ke Hutan Mangrove Pantai Pasir Kadilangu tidak akan merasa kecewa dengan objek yang ditawarkan di sini.