Bukit Teletubies di Candi Abang

Bukit Teletubies di Candi Abang

Yogyakarta terkenal dengan wisata candinya yang memiliki keunikan masing-masing. Bagi pengunjung yang akan datang ke Yogyakarta untuk berwisata dan ingin mengenal alam pedesaan dapat mengunjungi candi Abang yang berada di kabupaten Sleman ini. Wisata candi Abang menawarkan keindahan alam dengan suasana pedesaan yang memiliki perbukitan, pertanian, dan perkebunan. Karena berada di sebuah perbukitan, biasanya bukit tersebut dinamakan bukit teletubbies yang memiliki hamparan rumput hijau serta angin yang semilir. Candi Abang sendiri merupakan candi bersejarah peninggalan zaman Hindu yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Lokasi candi Abang berada di Dusun Sentorejo, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Tempat candi Abang ini berada di sebuah desa wisata yang memiliki tempat wisata lainnya selain candi Abang. Lokasi candi Abang ini berada di puncak bukir di pinggir jalan desa dan berjarak sekita 1,5 kilometer dari barat jalan raya Jogja-Piyungan. Akses jalan menuju candi Abang ini cukup mudah dan sudah bagus. Untuk dapat menikmati keindahan candi Abang, pengunjung dikenakan biaya Rp2.000,00/orang.

Candi Abang memiliki ukuran 36 x 34 meter dan berbentuk seperti piramida dengan sumur di tengahnya. Selain itu, terdapat pula batu-batu andesit. Candi Abang dibangun sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Keunikan lainnya, candi Abang ini terbuat dari batu bata berwarna merah, sehingga candi ini disebut candi Abang (merah dalam bahasa Jawa berarti Abang). Uniknya lagi, candi ini berada di dalam bukit teletubbies tersebut, sehingga relief pada candi terkubur dalam tanah. Oleh karena itu, orang-orang berpikiran bahwa candi ini adalah tempat penyimpanan harta karun zaman dahulu, tetapi candi ini sudah dilindungi oleh pemerintah setempat. Bagi pengunjung yang ingin mengetahui informasi mengenai candi Abang ini dapat menuju papan penunjuk informasi atau pusat informasi. Candi Abang ini dulunya merupakan tempat pemujaan atau penyembahan kepada dewa di zaman dulu.

Keberadaannya yang unik membuat candi Abang banyak dijadikan referensi untuk tempat rekreasi. Selain itu, pengunjung biasanya akan menikmati momen sunset dan berburu foto di candi Abang ini untuk mendapatkan hasil yang bagus. Biasanya pengunjung akan datang pagi hari atau sore hari, karena jika datang pada siang hari, matahari akan terasa panas dan menyengat. Di sekitar lokasi candi Abang tidak terdapat warung-warung makanan maupun minuman, sehingga pengunjung sebaiknya membawa perbekalan seperti makanan dan minuman dari rumah. Akan tetapi, jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan candi dapat tetap asri dan terjaga.

Di lokasi candi juga ditemukan yoni sebagai bukti bahwa candi ini merupakan candi peninggalan Hindu. Di sebelah selatan candi Abang terdapat batu yang meneyrupai kodok, sehingga oleh warga sekitar diberi nama batu kodok, sedangkan sumur yang terdapat di candi ini bernama sumur Bandung. Tempat di sekita candi Abang juga cocok digunakan sebagai olahraga, seperti bersepeda, jalan santai, maupun jogging di pagi atau sore hari. Di bagian utara candi pengunjung dapat melihat pemandangan gunung Merapi, sedangkan di sebelah barat terlihat kota Jogja, di sebelah timur terlihat deret pegunungan Batur Agung, dan di sebelah selatan terlihat pegunungan seribu. Selain itu juga, bukit teletubbies ini dikelilingi hamparan sawah yang luas dan asri. Hal lainnya yang cukup menarik, karena letaknya di kompleks desa wisata, di sekitar candi Abang terdapat beberapa objek wisata lainnya, seperti Goa Jepang Jogotirto dan Goa Sentono. Jadi, candi Abang ini merupakan tempat yang unik dan menarik untuk dikunjungi pengunjung.

About Author

client-photo-1
Septi Dwi
Seorang Mahasiswi yang berasal dari Bekasi dan sedang Kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Comments

Leave a Reply